← Kembali ke artikel
Olahraga • 23 Oct 2026 • 2 dilihat

Tren Olahraga 2026 yang Digemari Generasi Muda Indonesia dan Dunia

Tren olahraga 2026 anak muda didominasi lari bareng, angkat beban, padel, dan pilates. Laporan Strava dan ACSM menunjukkan wearable dan AI makin dipakai, sementara hanya 26,3 persen Gen Z Indonesia yang berolahraga.

Oleh Gevika

Bagikan artikel ini

Tren Olahraga 2026 yang Digemari Generasi Muda Indonesia dan Dunia

Tren olahraga 2026 di kalangan anak muda didominasi lari, padel, pilates, angkat beban, dan wearable. Simak data Strava, ACSM, dan perkembangan terbarunya di Indonesia.

Tren olahraga 2026 di kalangan generasi muda bergeser dari layar ke aktivitas fisik nyata. Laporan Year in Sport dari Strava menyebut olahraga kini menjadi pengganti doomscrolling bagi anak muda. Survei itu melibatkan lebih dari 30.000 responden, dan lari tetap menjadi aktivitas paling populer. Gen Z juga 75 persen lebih sering menjadikan lomba sebagai motivasi utama dibanding Gen X.

American College of Sports Medicine merilis laporan tren kebugaran tahunan ke-20 untuk 2026. Teknologi wearable menempati peringkat pertama dalam daftar tersebut. Klub rekreasi dan olahraga dewasa baru masuk daftar dan berada di peringkat sembilan. Popularitas pickleball dan keinginan bersosialisasi saat berolahraga ikut mendorong posisi itu.

Lari, Angkat Beban, dan Teknologi Menarik Gen Z

Lari bareng lewat run club menjadi kebiasaan baru anak muda Indonesia sepanjang 2026. Data Strava menunjukkan Gen Z 39 persen lebih sering berolahraga untuk bertemu orang dengan minat sama dibanding Gen X. Alasan sosial itu membuat komunitas lari terasa lebih ramai dari sebelumnya.

Latihan beban juga makin digemari. Gen Z dua kali lebih mungkin menjadikannya olahraga utama dibanding Gen X. Strava mencatat perempuan merekam sesi angkat beban 21 persen lebih sering dibanding laki-laki.

Anak muda juga rela mengeluarkan uang lebih banyak untuk kebugaran. Sebanyak 30 persen Gen Z berencana menaikkan pengeluaran olahraga pada 2026. Sebanyak 64 persen responden Gen Z memilih membeli perlengkapan olahraga dibanding berkencan.

Wearable menjadi tren kebugaran nomor satu versi ACSM 2026. Strava menemukan Gen Z paling banyak memakai AI sebagai pelatih, meski baru 4 persen responden yang melakukannya. Fitur Workout Insights dari Runna dan Athlete Intelligence milik Strava memimpin penggunaan tersebut.

Padel dan Pilates Ramai di Kota Besar Indonesia

Padel termasuk tren olahraga 2026 dengan pertumbuhan tercepat di dunia. Jumlah lapangan padel global diproyeksikan mencapai 70.000 unit pada akhir 2026, dengan pertumbuhan tahunan sekitar 17 persen. Sponsor besar seperti Adidas dan Slazenger ikut masuk ke olahraga ini.

Di Indonesia, PBPI membuka Sirkuit Nasional Padel Open 2026 seri pertama di Jakarta. Sirnas tahun ini juga membuka kategori usia dini. Indonesia meraih medali padel di Asian Games 2026 yang berlangsung di Nagoya, Jepang, pada 28 September sampai 3 Oktober.

Pilates dan lagree menarik banyak anak muda, terutama perempuan, yang ingin melatih otot inti tanpa tubuh terlihat terlalu kekar. Athletic pilates kian diminati masyarakat urban, dan sejumlah atlet HYROX mulai mencobanya pada Juni 2026.

Bersepeda juga bergeser menjadi gaya hidup anak muda urban untuk cafe hopping dan menikmati sore. Sementara itu, Pound Fit memakai stik khusus bernama ripstix untuk latihan kardio.

Meski tren olahraga 2026 ramai dibahas di media sosial, data Menpora menunjukkan gambaran berbeda. Jumlah Gen Z Indonesia mencapai sekitar 66 juta jiwa. Hanya 26,3 persen di antaranya yang berolahraga.

Baca beragam pembahasan mendalam dan artikel menarik lainnya hanya di bacatulisan.com