← Kembali ke artikel
Hiburan • 23 Oct 2026 • 27 dilihat

Podcast Audio vs Video Podcast, Mana yang Cocok untuk Pemula di 2026

Podcast audio lebih murah dan mudah dibuat, sedangkan video podcast menjangkau penonton lebih luas di YouTube. Pemula bisa mulai dari audio, lalu rekam video sederhana dan terbitkan dua versi sekaligus untuk melihat format mana yang paling diminati.

Oleh Gevika

Bagikan artikel ini

Podcast Audio vs Video Podcast, Mana yang Cocok untuk Pemula di 2026

Podcast audio vs video podcast, mana yang cocok untuk pemula? Simak perbandingan biaya, peralatan, dan data terbaru 2026 di Indonesia sebelum memilih format.

Pertanyaan podcast audio vs video podcast hampir selalu muncul saat seseorang ingin mulai membuat siaran sendiri. Jawabannya kini lebih rumit dibanding beberapa tahun lalu. Kebiasaan pendengar sudah bergeser ke arah video.

Edison Research mencatat konsumsi podcast video melampaui audio saja untuk pertama kalinya pada kuartal ketiga 2025. Sebanyak 82 persen konsumen mingguan aktif menonton video, sedangkan 78 persen hanya mendengarkan audio. Pada 2023 angkanya terbalik, yaitu 89 persen untuk audio dan 73 persen untuk video.

Meski begitu, video tidak menggantikan audio. Riset Triton Digital menemukan hanya 7 persen konsumen yang eksklusif menonton video, sementara 80 persen menonton sekaligus mendengarkan. Cumulus Media mencatat 53 persen konsumen mingguan aktif menonton, 23 persen mendengarkan dengan video diminimalkan, dan 24 persen hanya memilih audio.

Kebiasaan Pendengar Podcast di Indonesia

Survei Snapcart pada Maret 2026 melibatkan 1.638 responden di Indonesia. Hasilnya, 76 persen responden menggunakan YouTube atau YouTube Music untuk menikmati podcast. Spotify berada di urutan kedua dengan 16 persen, disusul Apple Podcasts dengan 3 persen.

Survei Populix pada 1–3 September 2026 melibatkan 1.075 pengguna internet dari 34 provinsi. Video podcast dikonsumsi 72 persen responden dalam 30 hari terakhir, sedangkan podcast audio dikonsumsi 45 persen. Angka ini menunjukkan penonton Indonesia lebih akrab dengan format video.

Soal frekuensi, 43 persen responden Snapcart mendengarkan podcast kurang dari sekali seminggu, sedangkan 17 persen mendengarkan setiap hari. Komedi menjadi genre favorit dengan 33 persen, disusul edukasi dengan 30 persen. Sebanyak 67 persen responden menikmati podcast saat beristirahat di rumah. Pemula perlu memilih topik yang jelas sebelum memikirkan format.

Perbandingan Podcast Audio dan Video untuk Pemula

Perbandingan podcast audio vs video podcast paling mudah dilihat dari modal dan waktu kerja. Studio audio dasar bisa disiapkan dengan biaya sekitar 100 dolar AS. Pemula cukup membeli satu mikrofon dan merekam di ruangan yang tenang. Penyuntingannya pun lebih cepat.

Video menuntut kamera, pencahayaan, dan latar yang rapi. Waktu penyuntingan bertambah karena ada gambar dan potongan klip. Beban kerja itu sering membuat pemula kewalahan di awal.

AspekPodcast AudioVideo Podcast
Modal awalRendahLebih tinggi
Waktu penyuntinganSingkatLebih lama
Platform utamaSpotify dan Apple PodcastsYouTube
Cara ditemukan pendengarPencarian aplikasi podcastRekomendasi dan potongan klip
Cara dinikmatiBisa sambil beraktivitasPerlu melihat layar

Namun video punya jangkauan yang sulit diabaikan. YouTube menyebut konten podcast di platformnya punya lebih dari 1 miliar penonton aktif bulanan. Penonton juga menghabiskan lebih dari 700 juta jam per bulan untuk podcast di perangkat ruang tamu pada Oktober 2025.

Meltwater menganalisis percakapan daring pada Maret hingga Agustus 2026. Percakapan tentang video podcast tumbuh 39 persen, sedangkan audio tumbuh 21 persen. Rata-rata satu unggahan video podcast memicu 341 interaksi, sementara audio 273 interaksi. Meski begitu, volume percakapan audio masih jauh lebih besar, yaitu 10,8 juta unggahan berbanding 908.456 unggahan video.

Konsistensi tetap lebih menentukan daripada format. Podcast Index mencatat 4,74 juta feed podcast, tetapi hanya sekitar 9,8 persen yang merilis episode dalam 90 hari terakhir. Banyak pemula berhenti sebelum mencapai episode kesepuluh.

Format yang Sebaiknya Dipilih Pemula

Jika modal dan waktu terbatas, mulailah dengan audio. Fokuskan tenaga pada kualitas suara dan isi obrolan. Format ini memungkinkan Anda merilis episode secara rutin tanpa beban penyuntingan yang berat.

Jika ingin tampil di YouTube, pakai satu kamera dengan latar sederhana. Rekam sekali, lalu terbitkan dua versi, yaitu video penuh dan audio saja. Sekitar 31 persen kreator independen sudah menerbitkan episode video penuh di samping audio standar. Apple Podcasts juga mulai mendukung episode video pada awal 2026.

Buat sepuluh episode percobaan, lalu periksa episode mana yang paling banyak didengar atau ditonton. Data dari pendengar Anda sendiri akan menjawab pertanyaan podcast audio vs video podcast untuk acara yang sedang Anda bangun.

Simak ulasan lengkap dan berbagai topik seru lainnya hanya di bacatulisan.com